Sabtu, 11 Oktober 2014

(Tanpa Sensor) Wanita Itu Telanjang Demi Uang

Malam seperti biasa yang kulihat disudut kota itu.
Lampu Alam tak lagi dihiraukan, kalah terang dan benderangnya semilir lampu mobil dijalanan dan lampu bangunan.
Tidak jauh dari monitor mataku memandang, disana dipinggir jalan yang bagi wanita itu adalah jalan harapan. Menunggu ia sabar pelanggan datang...

Terlihat tubuh yang tak begitu putih, baju minim merah merekah, sepatu tinggi dengan langkah yang tak mau kalah.
Tidak ketinggalan melekat ditangan sebatang rokok yang entah nikmat atau hanya untuk membuat senang.

Berjam-jam akhirnya seorang Bapak Tua datang,
Dengan motor "Raja"nya ia singgah digoda.
Mungkin rokok wanita itu habis, Bapak itu menawarkan dan dinyalakan sebatang.
Seolah mau menampakkan seksinya badan, wanita itu menghirup Dan menghembuskan lalu mulai bercakap-cakap lagi dengan pak Tua.

Lobby yang mudah, wanita itu beruntung. Malam akhirnya menampakkan berkah, yang tidak lagi diperdulikannya halal dan haram.

Senyumnya adalah Untuk Uang, gayanya bermaksud uang. Menggodanya pun demi uang.
Dan telanjang dengan hidung belang berakhir dengan uang.
Mungkin sedikit dihatinya yang semua tentang uang, karena sebenarnya baginya ia hanya perlu makan.




   Oleh: Andreas Ardi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar